Punya hobi itu menyenangkan, tapi sering kali datang dengan harga yang tidak main-main. Kamera, sepeda, alat musik, motor, sampai koleksi tertentu jarang masuk kategori “bisa dibeli impulsif”. Masalahnya, banyak orang akhirnya menunda terus atau malah nekat beli dengan cara yang bikin keuangan terasa sesak setelahnya.
Padahal, mengumpulkan dana untuk barang hobi sebenarnya bukan soal besar kecilnya penghasilan. Yang lebih menentukan adalah cara menyisihkan uangnya, seberapa konsisten, dan seberapa realistis target yang dibuat.
Mulai dari Jujur pada Diri Sendiri soal Hobi
Langkah pertama yang sering dilewati adalah kejujuran. Apakah barang ini benar-benar bagian dari hobimu, atau hanya keinginan sesaat karena melihat orang lain punya?
Hobi yang layak diperjuangkan biasanya punya satu ciri: kamu rela menunggu. Kalau kamu masih ingin barang itu setelah beberapa bulan, besar kemungkinan itu memang sesuatu yang penting buatmu. Dari sini, menabung terasa lebih ringan karena ada makna di baliknya, bukan sekadar gengsi.
Pisahkan Dana Hobi dari Uang Harian
Kesalahan paling umum adalah mencampur dana hobi dengan uang kebutuhan sehari-hari. Akibatnya, tabungan terasa selalu “kurang” karena sering terpakai tanpa sadar.
Idealnya, dana hobi berdiri sendiri. Nominalnya tidak perlu besar di awal, yang penting konsisten. Bahkan menyisihkan jumlah kecil tapi rutin jauh lebih efektif dibanding menunggu sisa uang yang sering kali tidak pernah benar-benar ada.
Tentukan Target, Bukan Sekadar “Nanti Kalau Ada Uang”
Barang hobi yang tidak murah perlu target yang jelas. Bukan cuma harganya, tapi juga waktunya. Target ini berfungsi sebagai batas psikologis agar kamu tahu kapan harus sabar dan kapan sudah waktunya membeli.
Saat target dibuat realistis, menabung tidak terasa seperti pengorbanan, tapi proses yang terukur. Kamu juga jadi lebih tenang karena tahu uangmu sedang berjalan menuju tujuan tertentu.
Manfaatkan Instrumen yang Fleksibel
Menabung untuk hobi berbeda dengan menabung untuk dana darurat. Dana hobi tetap butuh fleksibilitas, tapi juga sebaiknya tidak terlalu mudah tergoda untuk diambil.
Di sinilah pentingnya memilih tempat menyimpan uang yang bisa diatur sesuai tujuan. Banyak orang sekarang mulai mengandalkan aplikasi bank digital karena lebih mudah memisahkan dana berdasarkan kebutuhan tanpa ribet membuka banyak rekening.
Dengan aplikasi bank digital seperti Krom, kamu bisa membuat kantong tabungan khusus untuk hobi, menyisihkan uang secara bertahap, dan tetap memantau perkembangannya dalam satu tampilan. Kalau targetnya cukup besar dan waktunya lebih panjang, sebagian dana juga bisa dialokasikan ke deposito dengan pilihan tenor fleksibel, sehingga uang tetap bertumbuh sambil menunggu waktu beli yang tepat.
Nikmati Prosesnya, Bukan Cuma Barangnya
Bagian paling sering dilupakan adalah menikmati proses mengumpulkan dana itu sendiri. Saat barang akhirnya terbeli, kepuasan terbesarnya bukan cuma pada barangnya, tapi pada rasa “aku memang siap”.
Mengatur dana hobi dengan rapi membuat kamu tidak perlu mengorbankan kebutuhan lain, tidak terburu-buru, dan tidak menyisakan penyesalan setelahnya. Dengan sistem keuangan yang lebih terstruktur, hobi tetap jalan, keuangan pun tetap sehat.
Kalau ke depan kamu ingin punya lebih banyak ruang untuk tujuan personal seperti hobi tanpa mengganggu stabilitas finansial, menggunakan bank digital yang fleksibel, transparan, dan mudah diatur bisa jadi langkah kecil yang dampaknya besar.