Ketika ingin memulai ataupun mengembangkan sebuah usaha, mempersiapkan modal kerja tentunya sangat penting dan ikut menentukan kesuksesan dari usaha tersebut. Untuk mendapatkan modal kerja juga perlu adanya perencanaan yang matang, salah satunya dengan mengajukan pinjaman dana. Selain hal tersebut, ada pula beberapa hal yang bisa Anda lakukan. Oleh karena itu, akan kita bahas kali ini.

Modal kerja adalah sejumlah dana yang dibutuhkan untuk membiayai berbagai kegiatan operasional. Contohnya membeli bahan baku, membayarkan gaji karyawan dan biaya lainnya. Oleh karena itu, sangat penting merencanakan modal kerja secara baik. Dengan demikian, bisnis yang dijalankan bisa berjalan dan berkembang dengan lancar.

Pentingnya Modal Kerja

Modal kerja tentu saja mempunyai peranan yang sangat penting di dalam kelangsungan operasional sebuah bisnis. Jika modal kerja cukup, bisnis yang dijalankan tentu saja dapat terus beroperasi serta menghasilkan keuntungan. Tanpa adanya modal kerja memadai, bisnis yang dijalankan tentu saja akan kesulitan dalam menjalankan bisnis tersebut.

Oleh karena itu, pengelolaan modal kerja secara baik sangat dibutuhkan untuk bisa bertahan dan berkembang pada masa depan. Jika modal kerja Anda tidak mencukupi, bisnis akan mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan, sehingga bisa berujung kebangkrutan.

Jenis Modal Kerja

Mengerti dan memahami jenis modal kerja juga sangat penting untuk setiap bisnis. Karena sangat mempengaruhi kesuksesan dari bisnis yang Anda jalankan. Oleh karena itu, berikut adalah beberapa jenis modal kerja yang perlu untuk diketahui:

1. Modal Kerja Permanen

Merupakan modal kerja yang dibutuhkan bisnis untuk menjalankan operasional dalam jangka waktu panjang. Modal kerja tersebut terdiri dari kas dan juga setara kas, persediaan dan piutang.

Anda harus mengelola jenis modal kerja ini secara baik agar tidak terjadi kekurangan ataupun kelebihan modal. Karena kekurangan modal bisa membuat bisnis tidak bisa memenuhi kewajibannya, misalnya membayarkan utang usaha ataupun pajak.

Sedangkan jika terlalu banyak modal kerja permanen tentu saja akan kehilangan kesempatan untuk memperoleh keuntungan karena uang tidak bisa digunakan untuk penjualan.

2. Modal Kerja Variabel

Untuk jenis satu ini, jumlahnya berubah-ubah sesuai perubahan kegiatan operasional dari bisnis yang Anda jalankan. Modal ini terdiri dari persediaan dan juga piutang. Untuk jumlah yang dibutuhkan sebuah bisnis tentunya berbeda-beda karena tergantung jenis serta skala usahanya. Jadi, Anda perlu untuk mengelola modal tersebut secara baik agar dapat memenuhi kewajiban jangka pendek.

3. Modal Kerja Reguler

Pada umumnya jenis ini diperoleh dari kegiatan operasional sehari-hari. Misalnya penjualan produk ataupun jasa. Modal ini nantinya akan digunakan untuk mendukung operasional bisnis, misalnya pembelian bahan baku, membayar gaji karyawan dan biaya lain.

Untuk cara memperolehnya bisa dari penjualan produk atau jasa, pinjaman dana tunai, investasi dan lainnya. Jadi, sangat penting untuk Anda memastikan jika modal ini cukup untuk operasional bisnis.

4. Modal Kerja Cadangan

Saat menjalankan bisnis, terkadang ada masalah keuangan yang sulit untuk diprediksi. Sehingga membutuhkan modal kerja cadangan yang sengaja disimpan untuk situasi darurat ataupun kondisi tak terduga.

Dengan mempunyai dana cadangan tentunya bisnis Anda bisa meminimalisir resiko kerugian yang mungkin saja terjadi di masa depan.

5. Modal Kerja Fluktuatif

Selain itu ada modal kerja fluktuatif yang jumlahnya berubah-ubah sesuai perubahan dari kegiatan operasional bisnis. Perubahan tersebut bisa dipicu fluktuasi penjualan, harga bahan baku, produksi ataupun biaya operasional.

Cara Mendapatkan Modal Kerja

Setelah tahu beberapa jenisnya, Anda juga perlu tahu bagaimana cara untuk mendapatkan modal kerja untuk bisnis yang sedang Anda jalankan. Namun, secara umum biasanya ada beberapa hal yang bisa dilakukan, berikut di antaranya:

1. Menggunakan Dana Pribadi

Cara satu ini merupakan yang paling mudah untuk memperoleh modal karena Anda bisa kapan saja menggunakan ketika membutuhkan. Tetapi, jika ternyata dana pribadi tersebut tidak mencukupi, tentu saja Anda perlu mencari sumber modal yang lainnya.

2. Mencari Investor

Jika Anda mempunyai ide bisnis menarik, tentu saja bisa dengan mencari investor yang tertarik untuk melakukan investasi pada bisnis Anda. Investor biasanya akan menanamkan modal dengan imbalan kepemilikan saham pada bisnis Anda. Jadi, pastikan Anda bisa menyusun proposal bisnis secara jelas dan menarik agar investor bisa tertarik dan menanam modal pada bisnis Anda.

3. Menjual Aset

Menjual aset juga bisa Anda jadikan sebagai salah satu pilihan untuk mendapatkan modal. Tetapi, perlu untuk Anda ingat, jika menjual aset harus dilakukan secara hati-hati agar bisnis Anda tidak rugi. Selain itu, tak semua aset bisa dijual untuk memperoleh modal. Karena perlu menyesuaikan untuk menjual aset yang tidak terlalu dibutuhkan untuk bisnis Anda.

4. Memanfaatkan Pinjaman Lembaga Keuangan

Untuk saat ini, mengajukan pinjaman untuk modal usaha sudah sangat mudah sehingga Anda bisa memanfaatkannya. Terlebih lagi lembaga keuangan juga semakin banyak, namun pastikan memilih lembaga keuangan yang terpercaya dan sudah terdaftar resmi di OJK, jadi akan lebih aman.

Pada saat mengajukan pinjaman, pastikan untuk memenuhi syarat dan ketentuannya sehingga bisa cepat cair dan segera digunakan untuk modal di bisnis Anda.

Demikian, beberapa hal yang perlu Anda ketahui ketika ingin mencari modal usaha agar bisa mengembangkan bisnis yang dijalankan. Sebenarnya, mengajukan pinjaman dana ini bisa menjadi salah satu pilihan yang tepat karena cukup mudah dan praktis. Bahkan jangka waktu pembayaran cicilan yang ditawarkan juga bisa disesuaikan.

By Mulyani